Showing posts with label Just Relax. Show all posts
Showing posts with label Just Relax. Show all posts

Tuesday, July 24, 2018

INILAH KRITERIA STANDAR YANG HARUS DIMILIKI PASANGANMU



Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Alhamdulillah masih dikasih kesempatan untuk menulis lagi.

Baik untuk kesempatan kali ini saya ingin berbagi informasi terkait KRITERI STANDAR PASANGAN HIDUP. Tentunya yang sesuai dengan Al Qur’an dan Sunnah. Langsung saja kita mulai ya.

TAAT KEPADA ALLAH

“Wanita biasanya dinikahi karena empat hal: karena hartanya, karena kedudukannya, karena parasnya dan karena agamanya. Maka hendaklah kamu pilih wanita yang bagus agamanya (keislamannya). Kalau tidak demikian, niscaya kamu akan merugi.”(HR. Bukhari-Muslim)

Dari hadits tersebut bahwa kriteria utama yang harus terpenuhi oleh pasangan kita adalah yang bagus agamanya. Karena dengan memahami Agama secara baik maka pasangan kita akan bisa membawa kita kepada kebaikan. Dan kebaikan selalu mendatangkan kebahagiaan. Sedangkan ciri – ciri orang yang mendapat kebaikan dari Allah maka Allah akan pahamkan orang tersebut terhadap ilmu agama.

“Orang yang dikehendaki oleh Allah untuk mendapat kebaikan akan dipahamkan terhadap ilmu agama.” (HR. Bukhari-Muslim)

SEKUFU

Yang dimaksud sekufu adalah sebanding atau setara. Sebanding dalam hal apa? Semuanya. Sebanding dalam agama, status sosial, selera, dll. Jika pasangan kita sebanding atau setara dengan kita maka akan jarang sekali terjadi konflik dalam rumah tangga. Hal ini yang inshaAllah akan melanggengkan hubungan berkeluarga.

“Wanita-wanita yang keji untuk laki-laki yang keji. Dan laki-laki yang keji untuk wanita-wanita yang keji pula. Wanita-wanita yang baik untuk laki-laki yang baik. Dan laki-laki yang baik untuk wanita-wanita yang baik pula.” (QS. An Nur: 26)

KITA MENYUKAINYA

Dalam sebuah hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga menyebutkan 4 ciri wanita sholihah yang salah satunya adalah

“Jika memandangnya, membuat suami senang.” (HR. Abu Dawud. Al Hakim berkata bahwa sanad hadits ini shahih)

Dari hadits tersebut Rasullullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membolehkan kita untuk menjadikan faktor fisik sebagai salah satu kriteria dalam memilih pasangan hidup. Hal ini dikarenakan kecantikan atau ketampanan dari pasangan kita merupakan salah satu faktor penunjang keharmonisan rumah tangga.

SUBUR

Kriteria selanjutnya adalah subur. Subur dalam arti mampu memberikan kita keturunan. Karena seperti yang kita tahu bahwa salah satu hikmah dari pernikahan adalah meneruskan keturunan dan memperbanyak jumlah kaum muslim.

“Nikahilah wanita yang penyayang dan subur! Karena aku berbangga dengan banyaknya ummatku.” (HR. An Nasa’I, Abu Dawud. Dihasankan oleh Al Albani dalam Misykatul Mashabih)

Baiklah, itulah beberapa kriteria standar yang harus dimiliki oleh pasanganmu. Semoga tulisan singkat ini bisa bermanfaat untuk kita semua. Jika kalian merasa tulisan ini bermanfaat ada baiknya jika tulisan ini disebarluaskan. InshaAllah bisa jadi nilai dakwah dan ladang pahala bagi kita. Aamiin

Silahkan bagi kalian yang ingin berbagi pemikiran dengan saya dan nantinya akan saya jadikan tulisan di blog ini. Bisa hubungi saya via Instagram: @rezky_prayogi

Terimakasih,
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh


Saturday, July 21, 2018

KONDISI DIMANA SUAMI HARUS POLIGAMI



Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Alhamdulillah ada kesempatan untuk menulis lagi di blog ini.

Untuk kesempatan kali ini saya akan coba membahas tentang poligami. Ya poligami. Pasti mayoritas kaum hawa akan menolak keras syariat yang satu ini. Tidak masalah, wajar kok. Hehe

Pada tulisan kali ini saya tidak ingin berdebat tentang indahnya poligami. Tapi saya coba berbagi informasi terkait hikmah dari poligami. Jadi kondisi seperti apa saja yang menuntut suami untuk berpoligami. Atau bahkan kondisi dimana suami wajib poligami. Sudah siap? Oke, kita mulai…

Kondisi pertama dimana istri sudah lanjut usia atau sakit, sehingga jika suami tidak berpoligami dikhawatirkan dia tidak bisa menjaga kehormatan dirinya. Ini biasanya terjadi pada pasangan yang usia wanitanya teraut cukup jauh dari lelakinya.

Kasus yang kedua adalah perlu kita ketahui dulu bahwa di antara kaum laki – laki ada yang memiliki nafsu syahwat yang tinggi di atas rata – rata orang normal. Sehingga tidak cukup baginya jika hanya memiliki seorang istri. Sedangkan dia adalah orang yang baik dan selalu menjaga kehormatan dirinya. Maka poligami bisa menjadi solusi untuk orang ini.

Kondisi ketiga adalah setelah menikah ternayta sang istri mandul, sehingga suami berkeinginan untuk menceraikan istrinya. Nah, daripada cerai, karena cerai merupakan suatu prestasi yang tinggi bagi syetan dalam menjerumuskan manusia, maka poligami bisa menjadi solusi untuk pasangan ini. 

Kondisi keempat adalah jika istri memiliki suami yang memiliki pekerjaan yang sering bepergian jauh, misalnya keliling dunia dan pulangnya hanya setahun sekali. Untuk tetap menjaga kehormatannya maka poligami bisa dipertimbangkan.

Kondisi kelima adalah kondisi dimana terjadi masalah besar antara suami-istri, yang menyebabkan terjadinya perceraian, kemudian sang suami menikah lagi dan setelah itu dia ingin kembali kepada istrinya yang pertama, maka dalam kondisi seperti ini poligami merupakan solusi terbaik daripada harus bercerai. 

Kondisi lain adalah ketika istri marah dan pulang ke rumah orangtuanya dan tidak mau kembali. Sedangkan suami sudah berusaha minta maaf dan istri tetap keras kepala tidak mau pulang. Maka untuk tetap menjaga kehormata dirinya, suami diperbolehkan untuk menikah lagi, bahkan wajib agar tidak terbuka pintu fitnah.

Itulah beberapa kondisi dimana poligami bisa menjadi solusi yang bisa dipertimbangkan. Perlu kita ketahui bahwa poligami adalah sebuah konsep yang diciptakan oleh Allah. Dan ciptaan Allah tidak ada yang sia – sia. Semua pasti ada manfaatnya bagi semua hambaNya. Tidak sepantasnya kita menolak wahyu dari Allah tersebut. Bisa jadi suatu saat kita berada dalam salah satu kondisi di atas dan mau tidak mau kita harus menerima poligami tersebut.

Semoga tulisan singkat ini bisa menambah wawasan kita. Tolong saya diingatkan jika ada kata atau pemikiran yang salah.

Silahkan bagi kalian yang ingin berbagi pemikiran dengan saya. Bisa hubungi saya via Instagram: rezky_prayogiatmo

Terimakasih,
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Sunday, July 19, 2015

Menafsirkan Mimpi Menurut Islam

Menafsirkan mimpi menurut islam

Menafsirkan Mimpi Menurut Islam - Dalam Postingan kali ini saya akan membahas tentang mimpi. Setiap orang pasti pernah bermimpi. #yaiyalah… Ada yang pernah mimpi ular, mimpi menikah, mimpi melahirkan dan ada juga mimpi kencing di sumur/kali dan ternyata kita kencing beneran alias ngompol. Yang mimpi kencing itu sebenernya pengalaman pribadi. Entah kenapa setiap kali mimpi lihat sumur bawaannya pengen kencing di sumur itu dan waktu bangun celana udah basah. Jadi buat kalian yang mimpi melihat sumur, kali atau sejenisnya, saya sarankan jangan pernah dekati tempat itu. Percayalah!!! Itu hanya jebakan!

Yang menjadi banyak pertanyaan dari kita adalah kenapa mimipi kita kadang menyenangkan, kadang menyedihkan, kadang menyeramkan, kadang basah #eeh…  

Jenis Mimpi Menurut Islam

Karena judulnya “Menafsirkan Mimpi Menurut Islam” jadi kita bahas menurut pandangan islam ya.
Rosulullah Ahalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Mimpi itu ada tiga macam: bisikan hati, ditakuti setan dan kabar gembira dari Allah.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Tafsir Mimpi

Coba kita bahas, jadi bila mimpi kita seram dan kita merasa ketakutan, bisa disimpulkan bahwa mimpi tersebut berasal dari setan yang tujuannya untuk mengganggu kita sedang tidur. Hal tersebut bisa saja terjadi dikarenakan kita lalai berdoa atau berwudhu. Jadi kalau bisa sebelum tidur ada baiknya kita berwudhu dan berdoa. Akan lebih baik lagi jika sunnah – sunnah sebelum tidur juga kita jalankan.

Sedangkan mimpi yang baik dan menyenangkan, InshaAllah mimpi tersebut datangnya dari Allah. Bisa juga Allah menghadirkan mimpi berupa kuburan atau kematian dengan tujuan menjadi jalan hidayah bagi hambaNya.

Dan mimpi yang berasal dari bisikan hati itu biasanya datang dari keinginan kita yang menggebu – nggebu biasanya akan terbawa hingga ke dalam mimpi kita.

Menyikapi Mimpi

Cara menyikai mimpi menurut HR Bukhari dan Muslim sebagai berikut: 

Apabila salah seorang dari kalian melihat dalam mimpinya apa yang dia sukai, janganlah ia ceritakan tentang mimpi tersebut kecuali kepada orang yang dicintainya.
Sebaliknya bila ia melihat dalam mimpinya apa yang tidak disukai:
  • Hendaklah dia berlindung kepada Allah dari kejelekan mimpi tersebut dan dari kejelekan setan.
  • Meludah kecil tiga kali.
  • Jangan pula ia ceritakan mimpi tersebut kepada siapa pun, maka mimpi itu tidak akan memudaratkannya.

Demikian pembahasan saya mengenai “Menafsirkan Mimpi Menurut Islam”. Semoga dapat bermanfaat untuk kalian semua. Jika kalian punya cerita mmenarik tentang mimpi kalian silahkan tulis aja di komentar, siapa tau mimpi kita samaan terus kita jodoh. #eaa.. kalau kalian punya masukan/kritik/saran untuk saya ataupun blog ini, jangan sungkan – sungkan untuk menuliskannya di kolom komentar.

Terimakasih ^^


Monday, March 2, 2015

3 Langkah Menghilangkan Sifat Pesimis


Kejahatan pada diri sendiri adalah ketika kita menganggap negatif diri kita sendiri. Tanpa kita sadari kita telah melakukan kejahatan tersebut. Sperti ketika kita berkata "aku tidak akan bisa menjadi seperti itu" atau "aku tidak lebih baik dari dia" bahkan "aku tidak berguna, aku tidak bisa apa-apa". Secara tidak langsung kita telah percaya bahwa diri kita memang seperti itu. Seburuk apa yang kita pikirkan.

Pernyataan-pernyataan tersebut akan sangat mempengaruhi pikiran kita dan akan berdampak buruk pada kepribadian kita. Kita akan menjadi pesimis dan tidak bersemangat dalam menjalani keseharian kita.  

Jika kita merasa kita masih mempunyai pikiran-pikiran negatif seperti itu, maka kita bisa coba mengatasinya dengan 3 langkah sederhana.

Pertama, coba pikirkan dampak apa yang kita dapatkan ketika kita berpikiran negatif terhadap diri kita. Kemudian kita perjelas lagi, dampak terburuk apa yang akan terjadi pada kehidupan kita kedepannya.

Kedua, bayangkan, solusi apa yang akan kalian berikan kepada orang di sekitar anda yang memiliki pikiran negatif terhadap dirinya sendiri terkait dengan masalah pada point pertama. Kemudian bertekatlah untuk menjalankan nasihat tersebut dalam kehidupan kalian dengan sebaik-baiknya.

Ketiga, pikirkan keuntungan-keuntungan yang kalian peroleh ketika kalian berhasil membuang semua pikiran negatif tersebut dan keuntungan tersebut tidak akan kalian peroleh jika kalian masih memiliki pikiran negatif terhadap diri kalian sendiri.

Dengan ketiga langkah sederhana tersebut, kita berharap bisa membuang semua pikiran negatif dan selalu berpikiran positif terhadap diri kita. Dengan begitu, kita akan lebih optimis dan semangat dalam menjalani hidup.

Jadilah manusia yang selalu husnudzon (berbaik sangka) terhadap orang lain maupun terhadap diri sendiri. Manfatkan potensi yang kita miliki sebaik-baiknya untuk memberikan banyak manfaat kepada diri sendiri dan orang lain.


Percayalah pada diri sendiri untuk menjadi pribadi yang bermanfaat dan mulia.

Monday, February 23, 2015

Marah dengan Anggun


mmm... cara marah dengan anggun ya....

gampang, panggil aja Anggun. “nggun... nggun... marah bareng yuk.” Hehe

baiklah kita mulai pembahasan kita, pertama perlu kita ketahui bahwa pada saat orang marah dan meliarkan dirinya maka penghargaan pada dirinya juga akan turun. Orang yang marah akan menjadi sangat liar karena disemangati dengan kesombongan. Jadi hanya orang sombong yang marah dengan kasar.

Kok bisa?

Coba kita cerna lagi. Orang yang sombong pasti akan merasa bahwa dirinya lebih berkuasa, lebih kuat, lebih tinggi jabatannya dibandingkan dengan orang yang dimarahinya. Nah dengan begitu dia bisa menumpahkan semua amarahnya dengan tidak hormat terhadap orang yang dimarahinya.
Coba bayangkan, apakah kita berani melawan (marah dengan kasar) kepada orang yang lebih kuat dari kita, yang lebih berkuasa, lebih tinggi jabatannya dari kita? Kita pasti tidak akan marah, yang ada paling “nggerundel”.

Nah, maka sudah jelas bahwa orang yang marah dengan kasar adalah orang yang sombong. Dia merasa bahwa dia mampu memarahi orang lain tanpa adanya pembalasan. Jadi kalau kalian punya pacar yang kalau marah kasar banget, saran saya jual aja di OLX. Hehe.. terus taubat deh. Pantaskan diri di hadapan Allah untuk menjadi hamba-Nya yang lebih mulia. Weeenak... (y)

Oke, kembali lagi pada bahasan kita.

Marah itu sebenernya wajar kok. Marah itu kan adalah ekspresi dari apa yang kita rasakan. Namun yang membedakan adalah cara mengeluarkannya. Jadi ada marah yang anggun dan ada marah yang norak.

Marah dengan anggun adalah marah bareng anggun. Haha..

Oke, sekarang serius.

“nggun.. nggun marah bareng yuk.” Huaahahaha...

Jadi marah yang anggun itu adalah marah yang tetap menghormati diri kita sendiri dan menghormati orang yang kita marahi.

Bagaimana caranya?  Coba tanya anggun. Haha
Caranya adalah
  1. Jangan sombong
    Untuk itu mari kita mulai sekarang belajar tidak sombong. Karena orang yang sombong tidak akan marah dengan kasar dan merendahkan orang lain.
  2. Hormati diri sendiri
    Ketika akan marah coba tanya kepada diri sendiri, “pantas nggak ya kalau aku marah seperti ini?”, “masa sih namanya besar tapi marahnya kayak orang kecil?”, “masa sih orang beradab tapi marahnya norak banget?”
  3. Hormati orang yang kita marahi
    Setiap orang pasti pernah salah, kita pun juga pernah dalam posisi salah. Kita pasti tidak mau dimarahi dengan kasar. Nah, jangan lakukan itu terhadap orang lain. Orang lain akan lebih menerima jika kita marah dengan anggun. Tidak merendahkan orang lain.
  4. Gunakan bahasa yang sopan
    Jangan menggunakan bahasa yang kasar hingga merendahkan orang yang kita marahi. Gunakan bahasa yang sopan agar orang yang kita marahi tetap terjaga “kehormatannya”. Jangan salah fokus ya :D 
  5. Jangan gunakan nada yang tinggi
    Karena marah dengan nada yang tinggi, teriak – teriak, itu norak banget. Justru marah dengan nada yang rendah dan pemilihan kata yang “mak jleb”, itu lebih serem. Rasanya kayak ditampar gitu. 
Kesimpulan dari pembahasan kita ini adalah

“jadilah orang yang tidak sombong, hormati diri sendiri, hormati orang yang kita marahi. Dengan begitu orang yang kita marahi mau menerima dan mampu merubah diri menjadi orang yang lebih baik.”

Monday, February 16, 2015

GAGAL DULU, BANGKIT KEMUDIAN


Kegagalan..

Kegagalan kan temennya si jomblo. “kegagalan” bercinta. Eaa..

Kita pasti sadar bahwa setiap orang pasti pernah gagal. Entah itu gagal dalam berbisnis, berorganisaasi, belajar maupun gagal mendapatkan cintanya. *langsung galau...

Tidak penting sudah berapa kali kita gagal. Yang terpenting adalah bagaimana kita bisa bangkit dan menjadikannya sebagai pelajaran. Jadi jangan biarkan kita terpuruk dalam kegagalan. Karena hal itu hanya akan menghabiskan waktu kita. Kita harus segera bangkit dari kegagalan itu. MERDEKA!!!

Nah, untuk bangkit dari kegagalan membutuhkan kesabaran, kegigihan dan motivasi dari diri sendiri yang kuat.

Berikut adalah beberapa tips agar kita bisa bangkit dari kegagalan.
  1. Akui kegagalan kitaKita biasanya cenderung takut mengakui kegagalan yang menyebabkan masalah baru. Seperti stress dan menunda untuk segera bangkit.
  2. Evaluasi diriSetelah mengakui kegagalan dan menerima kegagalan tersebut. Tiba waktunya untuk mengevaluasi diri kita. Coba bayangkan, kesalahan apa yang kita lakukan sehingga kita harus gagal. Apakah karena kurang percaya diri atau kurang persiapan? Entahlah, hanya kalian dan Tuhan yang tau.
  3. Mengambil hikmahLangkah selanjutnya adalah mengambil hikmahnya. Kita mendapatkan pelajaran baru. Kita jadi tahu kesalahan – kesalahan kita dan tidak akan mengulangi hal tersebut. Kita jadi lebih hati – hati dan lebih kuat.
  4.  Fokus pada tujuan
    Setelah kita mendapatkan pelajaran baru, waktunya kita berjuang lagi untuk mencapai tujuan yang belum kita capai tersebut. Tetaplah fokus pada tujuan yang akan kita capai.
  5. Ambil satu langkah lebih maju 
    Ini yang terpenting, untuk bisa berhasil dan tidak mengalami kegagalan yang sama tentunya kita tidak boleh melakukan metode yang sama.  Lakukan langkah lebih maju dari metode sebelumnya dengan cara meningkatkan potensi yang kita miliki. Semakin tinggi potensi kita maka semakin matang pula persiapan kita. Dengan begitu kita akan semakin percaya diri dalam mancapai tujuan.
Itulah beberapa tips yang bisa kita lakukan untuk bisa bangkit dari kegagalan. Semoga bermanfaat bagi kita semua.

Habiskan jatah kegagalan kita hingga kesuksesan datang menghampiri kita


Sunday, February 8, 2015

Mengapa Sulit Move On?


Mengapa sulit move on?

mmm.. Karena move on itu tidak mudah. Hehe..

Baiklah, Perlu anda ketahui bahwa orang yang sulit move on adalh orang yang baik. Justru yang cepat move on adalah orang yang tidak baik.

Kenapa?

Coba kita pahami lagi.
Orang yang mengalami putus cinta pasti akan merasakan sakit hati.  Sangat – sangat sakit kalau cintanya itu serius. Begitu sebaliknya, jika cintanya tidak serius, main – main, maka dia akan cepat sekali move on. 

Hari ini baru putus, lusa udah dapet pacar baru. Apalagi kita lihat secara langsung, apakah kalian pernah mengalami hal seperti itu? Hadeeeh... sedih banget hidup kalian. Mungkin kalian terlalu banyak dosa. Jadi saran saya segeralah bertaubat. Hehe..

Biasanya orang yang tidak serius dalam menjalani hubungan itu umumnya adalah orang yang sombong, semena – mena dan menyepelekan orang lain. Jika kalian menemukan makhluk yang sejenis ini, saranku sih segera hubungi Kyai terdekat, biar dia dirukiyah. Biar dibersihkan jiwanya.  Hehe

Oke lanjut..
Kenapa sih kok kita selalu saja gagal move on? Padahal kita sudah berusaha untuk melupakan dia tapi tetep aja nggak bisa move on.

Dari hasil survei yang saya dapatkan dari mbah google ya, kebanyakan anak muda yang gagal move on ini biasanya sudah menganggap bahwa “si dia” adalah yang terbaik. Jadi kita ini sering gagal move on karena kita menganggap dia itu adalah yang terbaik buat kita. Sekarang coba kita pikirkan lagi, Kalau memang dia adalah yang terbaik buat kita mana mungkin dia meninggalkan kita, menyakiti hati kita, menghianati cinta kita, cinta kita? kalian aja kali... haha

Nah kalau memang benar bgitu, maka kita sama saja telah menjadikan diri kita rendah. Bagaimana tidak? Orang penghianat aja kita anggap yang terbaik buat kita. Coba, betapa rendahnya kita? Sadar dong kawan... sadar....

Selain itu juga nih ya, hal itu juga menandakan bahwa kita dalah orang yang tidak cerdas. Karena kita terlalu berlama – lama bersedih, rela buang - buang air mata, menghabiskan banyak tenaga hanya untuk mengharapkan orang yang tidak baik untuk kita. Astaghfirullah,  Udah rendah, bego pula. MasyaAllah, emang beneran harus taubat kalian ini ya. Ckckck.... (bercanda ya guys, jangan dimasukkan ke hati, masukin aja ke perut biar kenyang. hehe)

Kalau misal putusnya bukan karena penghianatan? Karena keluarga atau faktor yang lainnya gimana tuh?

Saran saya, PASTIKAN apakah hubungan itu bisa diperbaiki atau tidak, jika tidak, MOVE ON! 

Move on bukan masalah menghilangkan perasaan. Dikatakan move on kalau kita sedih lalu bergerak. Dikatakan tidak move on kalau kita sedih tapi tidak bergerak. Namanya juga “MOVE” ya “BERGERAK”

Kalian sadar nggak kalau kalian gagal move on, berlarut – larut dalam kesedihan, itu akan berdampak pada penampilan kalian. Penampilan kalian akan menjadi tidak menarik. Orang gagal move on kan pasti akan mengurung diri, tidak mau makan, tidak mau minum, tidak mau mandi, tidak mau memperhatikan penampilan. Nah, hal ini yang akan merusak penampilan kita. Dengan rusaknya penampilan kita maka kita tidak menarik lagi. Nah, hal itu lah yang akan menghalangi cinta yang baru untuk datang kepada kita.

Selain itu, karena gagal move on, kita jadi orang yang menyepelekan masa depan yang terbuka hanya karena mengharapkan masa lalu yang buruk.

Terus gimana dong caranya biar bisa move on? 

Nah, ada beberapa cara yang mudah untuk bisa move on. Selagi ada niat pasti ada jalan keluar. Berikut adalah beberapa cara untuk bisa move on.
  1. Syukuri. 
    Berarti cinta kita kuat dan serius.
  2. Positive thinking. 
    Katakan pada diri kita bahwa dia bukan yang terbaik untuk kita.
  3. Jangan ingat masa lalu yang buruk. 
    Maksudnya adalah Jauhi yang membuat kita mengingat kembali keadaan yang kita rindukan dulu yang akan membuat kita semakin susah move on.
  4.  Lakukan kegiatan yang lebih positive, misalnya:
    ·         Berkumpul dengan keluarga
    ·         Menyalurkan hobi
    ·         Bertemu dengan orang baru
    ·         Bergaul degan pergaulan yang baru dan lebih positive
    ·         Mencoba sesutau yang baru
  5. Berdoa. 
    Mari kita selalu berdoa dan meminta kepada Tuhan agar kita selalu dipertemukan dengan orang – orang yang baik sehingga kita selalu dalam pergaulan yang baik pula. Aamiin..
Kesimpulan yang dapat kita ambil dari pembahasan yang kita ini adalah

“Jadi MOVE ON bukan berarti menunggu perasaan sedih itu hilang, namun ketika dalam kesedihan itu BERGERAKLAH. MOVE ON!!”




Friday, September 13, 2013

Ospek yang "KEDUA" Kalinya

          Kali ini saya akan menulis tentang kegiatan ospek saya yang "kedua-kalinya". Mengapa "kedua-kalinya"? Karena saya lulusan tahun 2012. Jadi pada tahun 2013 ini saya mengikuti test SPMK di Universitas Brawijaya dan alhamdulillah diterima di pilihan ketiga yaitu Fakultas Kedokteran, Jurusan Ilmu Keperawatan Universitas Brawijya Kampus IV Kediri. Jadi mulai sekarang saya akan memulai kehidupan baru di Kota Kediri ini. Semoga saya bisa memulai semua hal baik dan kesuksesan saya di kota ini. aamiin..
          Dalam ospek kali ini, brawijaya kampus IV Kediri ini mengambil tema "Formula Brawijaya". Jadi nama-nama kelompoknya tentang unsur-unsur kimia gitu lah. Sperti oksigen, timah, kalium dan lain - lain. Nah saya masuk dalam kelompok BARIUM. Di kelompok BARIUM ini anggotanya setidaknya ada 30an lebih. Dari berbagai daerah dan karakter yang baik sampai yang paling MANGKELNO alias bikin nggak enak ati. Meskipun begitu, barium cukup memberikan kesan yang baik kepada saya untuk memulai kehidupan di Kota Kediri ini. 
         Seperti ospek pada umumnya, kita disuruh berangkat pagi-pagi sekali dan harus kumpul di lapangan Brigif 16/Wira Yudha. Pada hari pertama pastinya dilaksanakan upacara pembukaan.
Berikut adalah beberapa foto ketika upacara pembukaan PKKMABA UB KAMPUS IV KEDIRI,





          Gimana? Cukup keren kan. Walaupun tidak sekeren di UB Malang tapi sama-sama UBnya kan. hehe
Setelah upacara, kegiatan kita diisi dengan materi-materi dan pentas seni dari masing-masing kelompok. Kemudian kita juga akan berhadapan dengan kakak-kakak DISMA (DISIPLIN MAHASISWA) yang akan menguji mental kita dan mengajarkan kita untuk selalu bertanggung jawab dengan peraturan yang berlaku. 
       Dan Alhamdulillah ospek yang dilaksanakan selama dua hari dapat dilaksanakan sampai akhir walaupun ada sedikit masalah dengan kakak-kakak panitia. Entah apakah masalah yang terjadi tersebut adalah sandiwara belaka atau memang benar-benar terjadi kita para maba tidak ada yang tahun. Yang pasti kita semua berharap para panitia dapat mengambil langkah bijaksana untuk menyelesaikan masalah tersebut dan mudah-mudahan hal tersebut tidak terjadi lagi dikemudian hari. 
          Saya berharap kedepannya kegiatan ospek di Indonesia (khususnya Universitas Brawijaya) dapat menerapkan kegiatan ospek yang sehat yang mana tujuan dari kegiatan ospek tersebut adalah memperkenalkan kehidupan kampus kepada para mahasiswa baru dan memberikan "atmosfir" yang positif kepada  mereka semua. Terapkan kesopanan dalam memberikan ketegasan kepada para mahasiswa baru agar ospek yang sehat bisa terus berlanjut pada generasi-generasi selanjutnya. 

HIDUP MAHASISWA!!!
HIDUP MAHASISWA!!!

HIDUP RAKYAT INDONESIA!!!

Wednesday, August 21, 2013

Jadilah Wanita Cerdas

Beberapa waktu yang lalu saya pergi nonton bersama teman saya di salah satu mall yang berada di Surabaya. Ketika saya dan teman saya berjalan menuju studio XXI, tidak jarang saya melihat wanita yang lalu lalang dengan pakaian yang serba minim (terbuka). Mulai dari yang muda sampai yang dewasa hingga yang cukup tua juga ada.

Mereka terlihat nyaman-nyaman saja menggunakan pakaian minim tersebut di tempat umum. Mereka terlihat sangat cuek sekali dan seakan tidak ada yang memperhatikannya. Padahal sudah jelas bahwa setiap lelaki yang berpapasan dengannya, mata lelaki tersebut secara otomatis akan langsung menuju area yang terbuka. Walaupun sudah ditahan tapi tetep aja nekat walaupun hanya sedetik. Hal ini terjadi pada semua pria, tanpa terkecuali. Tidak menutup kemungkinan untuk penulis juga. Hehe..

Bagaimana tidak, aurat yang seharusnya ditutup malah diumbar begitu saja. Hal ini jelas akan memancing nafsu setiap pria yang melihatnya. Dan hal ini sangat beresiko untuk mengundang hal-hal yang tidak diinginkan. Lalu dimana manfaatnya? Apakah mereka tidak merasa risih? Apakah mereka nggak kedinginan? -__-

Saya jadi bertanya-tanya, apa sih yang mereka pikirkan sampai-sampai mereka mau mengenakan pakaian yang minim? Apakah karena perkembangan mode? Atau ingin diperhatikan? Atau emang lagi labil? Atau emang nggak punya malu? Entahlah..
Mereka pasti mempunyai alasan masing-masing. Tapi yang jelas hal ini sangat beresiko yang dapat merugikan dirinya dan keluarganya.

Saya berharap untuk para wanita bisa menggunakan pakaian yang lebih sopan dan tertutup. Lebih cerdas dan selektif lagi dalam mengikuti perkembangan mode. Dan jangan berpikir dangkal untuk mempertunjukkan aurat hanya untuk mendapatkan perhatian. Coba buat prestasi yang membanggakan, pasti nanti banyak yang memperhatikan. Yang ngajak kenalan juga pasti banyak. Hehe

Intinya, jadilah wanita cerdas yang pandai menjaga aurat. Maka terjagalah kehormatanmu dan juga keluargamu. :)

Sunday, March 17, 2013

Suami itu Pemimpin



Suami itu imam alias pemimpin di keluarga. Sebagai imam ia harus memiliki kelebihan dibandingkan istrinya. Kelebihan dalam hal apa? Setidaknya suami memiliki kelebihan dalam tiga hal: penghasilan, ilmu dan ibadah. Ingatlah, kewajiban menafkahi keluarga ada pada lelaki. Walau istri memiliki penghasilan, kewajiban nafkah keluarga tidak berpindah tangan ke istri. Suami yang bertanggungjawab tidak akan meminta penghasilan yang diperoleh istrinya.
Dalam hal ilmu, suami juga harus lebih unggul dibandingkan istri. Ilmu yang dimaksud di sini bukan yang ditandai dengan gelar kesarjanaan, tetapi ilmu-ilmu kehidupan. Apabila saat ini istri memiliki kedudukan ilmu yang lebih tinggi maka seorang suami harus lebih giat belajar untuk mengejar ketertinggalan. Saat istri bingung memecahkan berbagai problematika kehidupan, suami menawarkan solusi yang brilian dengan ilmu yang dimilikinya
Ibadah suami juga harus lebih rajin dibandingkan istri. Suami menjadi penggerak semangat ibadah di dalam keluarga. Ia akan mengajak anak laki-lakinya pergi ke masjid untuk sholat berjamaah. Iapun siap menjadi imam sholat berjamaah di rumah. Suami yang malas tak layak menjadi pemimpin dalam keluarga.
Apabila suami tak memiliki tiga kelebihan itu boleh jadi kepercayaan suami akan terus menurun dan hidupnya di bawah kendali istri. Alkisah, seorang yang pemalas dengan muka yang cemberut bertemu dengan teman-temannya, “Kenapa kamu, dimarahin istri ya?” tanya temannya. Lelaki itu menjawab lirih, “Iya, dia marah-marah dengan kata-kata kasar, tetapi setelah sekian lama kami saling beradu mulut, akhirnya ia datang merangkak mendekati saya.”
Teman-temannya memberikan tepuk tangan atas cerita itu. Dengan sumringah salah seorang temannya berkata, “Hebat kamu, hebat! Ngomong-ngomong apa yang dikatakan istrimu saat ia merangkak mendekatimu?” Suami pemalas itu menjawab, “istriku berkata kepadaku, ayo, kalau memang jagoan keluar dari bawah tempat tidur, jangan beraninya ngumpet melulu!”

by Jamil Azzaini 

Sunday, February 24, 2013

Ta'aruf YES! Pacaran NO!

taaruf

Taaruf adalah kegiatan bersilaturahmi, kalau pada masa ini kita bilang berkenalan bertatap muka, atau main/bertamu ke rumah seseorang dengan tujuan berkenalan dengan penghuninya. Bisa juga dikatakan bahwa tujuan dari berkenalan tersebut adalah untuk mencari jodoh. Taaruf bisa juga dilakukan jika kedua belah pihak keluarga setuju dan tinggal menunggu keputusan anak untuk bersedia atau tidak untuk dilanjutkan ke jenjang khitbah - taaruf dengan mempertemukan yang hendak dijodohkan dengan maksud agar saling mengenal.
Sebagai sarana yang objektif dalam melakukan pengenalan dan pendekatan, taaruf sangat berbeda dengan pacaran. Taaruf secara syar`i memang diperintahkan oleh Rasulullah SAW bagi pasangan yang ingin nikah. Perbedaan hakiki antara pacaran dengan ta’aruf adalah dari segi tujuan dan manfaat. Jika tujuan pacaran lebih kepada kenikmatan sesaat, zina, dan maksiat. Taaruf jelas sekali tujuannya yaitu untuk mengetahui kriteria calon pasangan.

Perbedaan taaruf dengan pacaran

Dalam pacaran, mengenal dan mengetahui hal-hal tertentu calon pasangan dilakukan dengan cara yang sama sekali tidak memenuhi kriteria sebuah pengenalan. Ibarat seorang yang ingin membeli mobil second, tapi tidak melakukan pemeriksaan, dia cuma memegang atau mengelus mobil itu tanpa pernah tahu kondisi mesinnya. Bahkan dia tidak menyalakan mesin atau membuka kap mesinnya. Bagaimana mungkin dia bisa tahu kelemahan dan kelebihan mobil itu.

Sedangkan taaruf adalah seperti seorang montir mobil yang ahli memeriksa mesin, sistem kemudi, sistem rem, sistem lampu dan elektrik, roda dan sebagainya. Bila ternyata cocok, maka barulah dia melakukan tawar-menawar. Ketika melakukan taaruf, seseorang baik pihak pria atau wanita berhak untuk bertanya yang mendetil, seperti tentang penyakit, kebiasaan buruk dan baik, sifat dan lainnya. Kedua belah pihak harus jujur dalam menyampaikannya. Karena bila tidak jujur, bisa berakibat fatal nantinya. Namun secara teknis, untuk melakukan pengecekan, calon pembeli tidak pernah boleh untuk membawa pergi mobil itu sendiri.

Proses taaruf

Dalam upaya ta’aruf dengan calon pasangan, pihak pria dan wanita dipersilakan menanyakan apa saja yang kira-kira terkait dengan kepentingan masing-masing nanti selama mengarungi kehidupan. Tapi tentu saja semua itu harus dilakukan dengan adab dan etikanya. Tidak boleh dilakukan cuma berdua saja. Harus ada yang mendampingi dan yang utama adalah wali atau keluarganya. Jadi, taaruf bukanlah bermesraan berdua, tapi lebih kepada pembicaraan yang bersifat realistis untuk mempersiapkan sebuah perjalanan panjang berdua.

Tujuan taaruf

Taaruf adalah media syar`i yang dapat digunakan untuk melakukan pengenalan terhadap calon pasangan. Sisi yang dijadikan pengenalan tidak hanya terkait dengan data global, melainkan juga termasuk hal-hal kecil yang menurut masing-masing pihak cukup penting. Misalnya masalah kecantikan calon istri, dibolehkan untuk melihat langsung wajahnya dengan cara yang seksama, bukan cuma sekedar curi-curi pandang atau ngintip fotonya. Justru Islam telah memerintahkan seorang calon suami untuk mendatangi calon istrinya secara langsung face to face, bukan melalui media foto, lukisan atau video.

Karena pada hakikatnya wajah seorang wanita itu bukan aurat, jadi tidak ada salahnya untuk dilihat. Khusus dalam kasus taaruf, yang namanya melihat wajah itu bukan cuma melirik-melirik sekilas, tapi kalau perlu dipelototi dengan seksama. Periksalah apakah ada jerawat numpang tumbuh di sana. Begitu juga dia boleh meminta diperlihatkan kedua telapak tangan calon istrinya. Juga bukan melihat sekilas, tapi melihat dengan seksama. Karena telapak tangan wanita bukanlah termasuk aurat.

Manfaat Taaruf
Selain urusan melihat fisik, taaruf juga harus menghasilkan data yang berkaitan dengan sikap, perilaku, pengalaman, cara kehidupan dan lain-lainnya. Hanya semua itu harus dilakukan dengan cara yang benar dan dalam koridor syariat Islam. Minimal harus ditemani orang lain baik dari keluarga calon istri atau dari calon suami. Sehingga tidak dibenarkan untuk pergi jalan-jalan berdua, nonton, boncengan, kencan, nge-date dan seterusnya dengan menggunakan alasan taaruf. Janganlah ta`aruf menjadi pacaran, sehingga tidak terjadi khalwat dan ikhtilath antara pasangan yang belum jadi suami-istri ini.

Thursday, February 21, 2013

Mahabbah

mahabbah
Mahabbah berasal dari kata ahabba, yuhibbu, mahabbatan, yang secara harfiah berarti mencintai secara mendalam. Dalam mu’jam al-falsafi, Jamil Shaliba mengatakan mahabbah adalah lawan dari al-baghd, yakni cinta lawan dari benci. Al mahabbah dapat pula berarti al wadud yakni yang sangat kasih atau penyayang.

Mahabbah pada tingkat selanjutnya dapat pula berarti suatu usaha sungguh-sungguh dari seseorang untuk mencapai tingkat ruhaniah tertinggi dengan tercapainya gambaran yang Mutlak, yaitu cinta kepada Tuhan.
Kata mahabbah selanjutnya digunakan untuk menunjukkan pada suatu paham atau aliran dalam tasawwuf yang artinya kecintaan yang mendalam secara ruhaniah pada Tuhan.

Pengertian mahabbah dari segi tasawwuf ini lebih lanjut dikemukakan al Qusyairi sebagai berikut: “almahabbah adalah merupakan hal (keadaan) jiwa yang mulia yang bentuknya adalah disaksikannya (kemutlakkan) Allah swt oleh hamba, selanjutnya yang dicintainya itu juga menyatakan cinta kepada yang dikasihi-Nya dan yang seorang hamba mencintai Allah swt”.

Harun Nasution mengatakan mahabbah adalah cinta yang dimaksud adalah cinta kepada Tuhan, antara lain sebagai berikut:

a. memeluk kepatuhan pada Tuhan dan membenci sikap melawan kepada-Nya.
b. Menyerahkan seluruh diri kepada yang dikasihi.
c. Mengosongkan hati dari segala – galanya kecuali dari yang dikasihi yaitu Tuhan.

Dilihat dari tingkatannya, mahabbah sebagai dikemukakan al-Sarraj sebagai dikutip Harun Nasution ada tiga macam yaitu:
1. mahabbah orang biasa yaitu selalu mengingat Allah dengan zikir, suka menyebut nama-nama Allah dan memperoleh kesenangan dalam berdialog dengan Tuhan.
2. mahabbah orang shidiq, yaitu cinta orang yang kenal pada Tuhan, kebesaran-Nya, kekuasaan-Nya, ilmu-Nya, dan lain-lain.
3. mahabbah orang yang arif adalah cinta yang tahu betul kepada Tuhan.
Dari uraian tersebut disimpulkan mahabbah adalah suatu keadaan jiwa yang mencintai Tuhan sepenuh hati, sehingga sifat-sifat yang dicintai (Tuhan) masuk ke dalam diri yang dicintai.

2. Tujuan Mahabbah

Tujuannya adalah untuk memperoleh kesenangan batiniah yang sulit dilukiskan dengan kata-kata, tetapi hanya dirasakan oleh jiwa.
Selain itu juga mahabbah merupakan hal keadaan mental seperti senang, perasaan sedih, perasaan takut dan sebagainya. Mahabbah berlainan dengan maqam, hal bersifat sementara, datang dan pergi bagi para sufi dalam perjalanan mendekatkan diri pada Allah swt.

3. Kedudukan Mahabbah

Al mahabbah adalah satu istilah yang hampir selalu berdampingan dengan ma’rifah, baik dalam kedudukan maupun pengertiannya. Ma’rifah adalah merupakan tingkat pengetahuan kepada Tuhan melalui mata hati (alQalb), maka mahabbah adalah perasaan kedekatan dengan Tuhan melalui cinta(roh). Rasa cinta itu tumbuh karena pengetahuan dan pengenalan kepada Tuhan sudah sangat jelas mendalam, sehingga yang dilihat dan dirasa bukan lagi cinta, tetapi diri yang dicintai. Oleh karena itu, menurut Al Ghazali mahabbah itu manifestasi dari ma’rifah kepada Tuhan. Dengan demikian kedudukan mahabbah lebih tinggi dari ma’rifah.

B. Alat Untuk Mencapai Mahabbah

Para ahli tasawuf mengungkapkan alat untuk mencapai mahabbah yaitu menggunakan pendekatan psikologi melihat adanya potensi rohaniah yang ada dalam diri manusia. Harun Nasution mengatakan alat untuk memperoleh ma’rifah oleh sufi disebut sir. Harun Nasution mengutip pendapat al-Qusyairi ada 3 alat yang digunakan untuk berhubungan dengan Tuhan yaitu:

1. Al-Qalb, yaitu hati sanubari, sebagai alat mengetahui sifat-sifat Tuhan.
2. Roh, yaitu alat untuk mencintai Tuhan.
3. Sir, yaitu alat untuk melihat Tuhan.

Sir lebih halus daripada roh, dan roh lebih halus dari qolb. Kelihatannya sir bertempat di roh, dan roh bertempat di qolb, dan sir timbul dan dapat menerima iluminasi dari Allah, kalau qolb dan roh telah suci sesuci-sucinya dan kosong-sekosongnya, tidak berisi apapun.

Dari keterangan tersebut, dapat diketahui bahwa alat untuk mencintai Tuhan adalah roh, yaitu roh yang sudah dibersihkan dari dosa dan maksiat, serta dikosongkan dari kecintaan kepada segala sesuatu, melainkan hanya berisi oleh cinta kepada Tuhan.

Roh yang digunakan untuk mencintai Tuhan itu sebenarnya telah dianugerahkan Tuhan kepada manusia sejak dalam kandungan ketika berumur empat bulan, dengan demikian alat untuk mencintai Tuhan sebenarnya telah diberikan Tuhan. Manusia tidak mengetahui sebenarnya hakikat roh itu, yang mengetahui hanyalah Tuhan. Allah berfirman:

Artinya: mereka itu bertanya kepada Engkau (Muhammad) tentang roh, katakanlah bahwa roh itu urusan Tuhan, tidak kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit sekali. (QS. Al-isra’: 85).

Selanjutnya Rasulullah saw juga telah bersabda dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh imam Bukhari dan Muslim yang artinya:

“sesungguhnya manusia dilakukan penciptaaannya dalam kandungan ibunya, selama empat puluh hari dalam bentuk nutfah(segumpal darah), kemudian menjadi alaqah(segumpal daging) pada waktu juga 40 hari, kemudian dijadikan mudghah (segumpal daging yang telah berbentuk) pada waktu 40 hari juga, kemudian Allah mengutus malaikat untuk menghembuskan roh kepadanya”

C. Tokoh Yang Mengembangkan Mahabbah

Tokoh yang memperkenalkan mahabbah adalah Rabiah al Adawiyah. Ia adalah seorang zahid perempuan yang amat besar dari Basrah, di Irak. Ia hidup antara tahun 713-801 M, ada juga yang menyebutkan ia meninggal pada tahun 185/796 M. Menurut riwayatnya ia adalah seorang hamba yang kemudian dibebaskan.

Dalam hidup selanjutnya ia banyak beribadah, bertaubat, menjauhi hidup duniawi dan menolak bantuan material yang diberikan orang kepadanya. Selain itu juga ia betul – betul hidup dalam keadaan zuhud dan hanya ingin berada dekat dengan Allah swt dan selalu menolak lamaran pria salih.

Diantara doa dari Rabiatul Adawiyah : “Ya Rabbi, bila aku menyembah-Mu karena takut akan neraka bakarlah diriku di dalamnya. Bila aku menyembah-Mu karena harap akan syurga jauhkanlah aku dari sana. Namun jika aku menyembah-Mu hanya demi Engkau maka janganlah Kau tutup Keindahan Abadi-Mu”.

D. Mahabbah Dalam Al-Qur’an dan Al-Hadits

Ada banyak ayat – ayat dalam alqur’an menggambarkan bahwa antara manusia dengan Tuhan dapat saling bercinta. Diantaranya :

Artinya: “jika kamu cinta kepada Allah, maka turutlah aku dan Allah akan mencintai kamu”. (QS. Al-imran: 30).

Artinya:”Allah akan mendatangkan suatu ummat yang dicintai-Nya dan yang mencintai-Nya”. (QS. Al-Maidah: 54).

Di dalam hadits juga disebutkan: 

ﻮﻻﻴﺰﺍﻞﻋﺒﺩﻯﻴﺘﻘﺮﺐﺇﻠﻲﺒﺎﻟﻨﻮﺍﻔﻞﺤﺘﻰﺍﺤﺒﻪﻮﻣﻦﺍﺤﺒﺒﺘﻪﻜﻨﺖﻟﻪﺳﻣﻌﺎﻮﺑﺼﺮﺍﻮﻴﺪﺍ
Artinya:”hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri kepada-Ku dengan perbuatan-perbuatan hingga Aku cinta kepada-Nya. Orang yang Ku cintai menjadi telinga, mata dan tangan-Ku”.

Ayat dan hadits di atas memberikan petunjuk bahwa antara manusia dan Tuhan dapat saling mencintai, karena alat untuk mencintai Tuhan, yaitu roh yang berasal dari Tuhan. Roh Tuhan bersatu dan roh yang ada pada manusia anugerah Tuhan bersatu dan terjadilah mahabbah. Untuk mencapai keadaan tersebut dilakukan dengan amal ibadah yang dilakukan dengan sungguh-sungguh.

Sumber 

Tuesday, February 5, 2013

Berbaik Sangka Menentramkan Hati


berbaik sangka
Untuk mendapatkan yang terbaik, kita harus melakukan yang terbaik pula. Apapun hasilnya, kita serahkan kepada yang Maha Tahu. Jika hasilnya baik, kita tidak perlu sombong ataupun berbangga diri. Sebaliknya, jika hasilnya buruk maka jangan sedih berkepanjangan.

Perlu kita ingat bahwa apa yang terbaik menurut kita belum tentu itu terbaik menurut yang Maha Tahu dan begitu juga sebaliknya. Jadi, setelah kita berusaha sebaik mungkin maka tugas kita selanjutnya adalah pasrah dan berbaik sangka kepada sang Maha Pencipta.

Saya mempunyai cerita tentang penglaman teman saya yang bisa dibilang kurang berserah diri kepada sang Maha Pemberi. Jadi waktu itu adalah pengumuman nilai / IP (Indeks Prestasi) dari teman saya tersebut. Dan setelah melihat nilainya dia sangat kecewa sekali karena nilai yang dia dapat tidak sesuai dengan yang dia harapkan. Rasa kekecewaan dia semakin besar Karena mengetahui bahwa teman yang selalu dia bantu mendapatkan nilai yang lebih bagus daripada nilai yang dia dapatkan. Dia semakin stress ketika dia mendapatkan kabar bahwa teman – temannya yang lain mendapatkan nilai yang lebih tinggi daripada dia.

Rasa stress dan kecewa bercampur menjadi satu dalam pikirannya. Merasakan hal itu, dia semakin berburuk sangka terhadap teman - temannya dan bahkan terhadap dosen pengajarnya.
Dari cerita tersebut kita tahu bahwa betapa tidak nyamannya ketika kita tidak terima dengan apa yang telah diberikan oleh yang Maha Pemberi kepada kita.  Selain itu, betapa tidak sopannya kita apabila kita tidak terima dengan apa yang telah diberikan oleh sang Maha Pencipta. Seakan – akan kita ‘mendikte’ sang Maha Pencipta untuk menuliskan alur kehidupan kita. Apakah pantas seorang hamba melakukan hal seperti itu kepada penciptanya ?

Berbaik sangka kepada Allah itu akan membuat kita terus bergairah tak mengenal lelah. Bukan hanya itu, berbaik sangka ternyata bisa mengantarkan kita ke Surga. Dikisahkan, suatu hari dalam sebuah taklim di hadapan para sahabatnya, Rasulullah saw berkata bahwa sebentar lagi akan masuk seorang yang kelak akan memegang kunci Surga.

Semua sahabat yang hadir terpana, termasuk Umar bin Khattab. Tidak lama kemudian masuklah orang yang dimaksud. Orang ini penampilannya biasa-biasa saja. Tidak ada ciri khusus apapun. Tidak ada pula tanda-tanda bekas sujud di wajahnya. Karena penasaran, Umar bin Khattab meminta izin untuk menginap di rumah orang tersebut. Namun, selama menginap Umar tidak menemukan amalan khusus orang tersebut.
Ketika Umar bertanya kepadanya apa rahasianya sehingga Rasulullah saw mengatakan ia kelak akan memegang kunci surga, lelaki ini menjawab, “Ibadah dan amalanku sebenarnya biasa saja, wahai Umar. Hanya selama hidupku, aku diajari oleh ibuku untuk tidak punya perasaan buruk sangka terhadap apapun dan siapapun. Barangkali itulah amalan yang dimaksud Rasulullah.”
Marilah kita belajar untuk selalu berprasangka baik terhadap apapun dan siapapun. Jangan sis – siakan waktu berharga kita hanya untuk menilai dan mengomentari perilaku seseorang. Dan yang terpenting adalah kita harus berbaik sangka terhadap sang Maha Pemberi. Dia memang tidak selalu memberikan apa yang kita inginkan tetapi  Dia selalu memberikan yang terbaik bagi semua umat-Nya.
Terima kasih dan semoga sukses selalu menyertai kita semua. Amin 

Jadilah Baik Untuk Mendapatkan yang Baik


Ada seorang pria yang sedang mencari ‘wanita malam’ untuk menghibur dirinya. Setelah sekian lama mencari, dia bertemu dengan seorang wanita cantik yang berdiri di pinggir jalan. Wanita itu begitu seksi sehingga membangkitkan nafsu pria tersebut.  Tanpa pikir panjang pria tersebut langsung menawari wanita tersebut untuk masuk ke dalam mobil pribadinya. Wanita itu pun langsung memenuhi tawaran pria mata keranjang tersebut.
Pria itu langsung membawa wanita itu ke sebuah hotel terdekat. Namun dalam perjalanan, tiba – tiba wanita itu pingsan. Lelaki itu panik dan stress. Kemudian pria itu langsung membawa wanita tersebut ke rumah sakit terdekat. Setelah menunggu kurang lebih satu jam, dokter keluar dari ruangan pemeriksaan dan memberikan ucapan selamat kepada pria tersebut, “Selamat ya pak, istri anda hamil. Beberapa bulan lagi anda akan menjadi seorang ayah.”
Mendengar ucapan dari dokter tersebut, pria tersebut semakin lemas dan berkata “Maaf dok, tapi wanita itu bukan istri saya.” Dokter langsung menjawab, “tapi kata wanita itu, anda adalah suaminya dan ayah dari bayi yang dikandungnya.”
Mendengar pernyataan itu pria itu semakin stress dan merasa tertuduh. Kemudian pria itu meminta untuk tes DNA untuk membuktikan bahwa dia bukan suami dari wanita itu dan bukan ayah dari bayi yang dikandung oleh wanita itu.
Setelah tes DNA dokter menyatakan bahwa pria itu bukan ayah dari bayi yang dikandung oleh wanita yang ditolongnya. Dokter berkata, “Anda tidak mungkin menjadi seorang ayah karena hasil tes menunjukkan bahwa Anda mandul.” Mendengar penjelasan dokter tersebut, perasaan pria itu bercampur antara senang dan stress.
Sepanjang perjalanan pulang menuju rumahnya ia berpikir, “Ternyata saya mandul. Lantas siapa ayah 6 anak dari istri saya yang selama ini memanggil saya ayah, ya?” Dan sekarang pria itu benar – benar stress.
Demikian cerita yang bisa saya bagi untuk pembaca sekalian. Semoga cerita tersebut bisa menghibur sekaligus memberikan pelajaran berharga bagi kita semua terutama dalam hal “Berakhlak Baik”. Mohon maaf jika ada kata ataupun kalimat yang kurang berkenan di hati pembaca sekalian. 

Terima kasih dan semoga sukses selalu menyertai kita semua. Amin