Thursday, March 6, 2025

NASIHAT TENTANG DUNIA DAN AKHIRAT

Bagian 1: Pujian kepada Allah dan Pentingnya Bersyukur

  1. Awal yang Diberkahi

    • Dimulai dengan memuji Allah: Bismillahirrahmanirrahim dan Alhamdulillah Rabbil Alamin.
    • Menyadari bahwa semua nikmat, seperti nyawa, kesehatan, dan kesempatan mendekat kepada-Nya, berasal dari Allah.
    • Betapa pentingnya bersyukur atas nikmat ini karena tidak semua orang mendapatkan kesempatan yang sama.
  2. Masjid sebagai Rumah Allah

    • Masjid adalah rumah Allah, tempat manusia bisa sujud, rukuk, dan mendekat kepada-Nya.
    • Banyak orang yang melupakan nikmat ini, lebih memilih bersyukur atas hal duniawi seperti mobil mewah atau pakaian mahal.
    • Menjadi tamu Allah di masjid adalah kehormatan besar yang sering dilupakan oleh manusia.
  3. Bahaya Lupa Bersyukur

    • Allah mengingatkan dalam Al-Qur'an: jika seseorang tidak bersyukur, ia akan dikenakan azab yang pedih.
    • Azab paling berat di dunia adalah hati yang keras, yaitu hati yang tidak mampu bersyukur dan menikmati nikmat Allah.

Bagian 2: Keutamaan Bulan Muharram

  1. Amal Saleh di Bulan Haram

    • Muharram adalah bulan yang penuh kemuliaan, salah satu bulan haram yang pahalanya dilipatgandakan dan dosanya juga diperbesar.
    • Muharram menjadi momen untuk memperbaiki diri dan memulai tahun baru hijriah dengan langkah yang baik.
  2. Start yang Baik dalam Kehidupan

    • Seperti dalam perlombaan, awal yang baik menentukan perjalanan berikutnya.
    • Rasulullah menganjurkan umatnya untuk mengoptimalkan waktu pagi, karena pagi adalah awal dari keberkahan hari.
    • Zikir pagi dan petang menjadi rutinitas yang direkomendasikan untuk menjaga hubungan dengan Allah.
  3. Pola Hidup yang Dianjurkan

    • Rasulullah melarang tidur antara Maghrib dan Isya, karena awal malam adalah waktu yang sangat berharga.
    • Tidur siang dianjurkan untuk menjaga stamina dalam beribadah malam.
    • Mengoptimalkan waktu pagi, sebagaimana hadis: “Umatku diberkahi di waktu pagi.”

Bagian 3: Adab dalam Menuntut Ilmu

  1. Adab Mendahului Ilmu

    • Dalam Islam, adab harus dipelajari sebelum ilmu.
    • Ilmu adalah sesuatu yang indah dan hanya bisa diraih oleh orang yang memiliki sikap, metode, dan cara yang baik.
  2. Membersihkan Hati

    • Hati harus dibersihkan dari sifat buruk seperti kesombongan, cinta dunia berlebihan, dan iri hati.
    • Hati yang bersih akan memengaruhi seluruh tubuh untuk berbuat baik. Rasulullah bersabda: “Jika hati baik, maka seluruh anggota tubuh akan baik.”
  3. Hindari Kompetisi dalam Hal Dunia

    • Penuntut ilmu tidak boleh berlomba-lomba dalam hal dunia atau berbangga atas pencapaian duniawi.
    • Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali memiliki kekayaan, namun mereka tidak pernah membanggakan dunia. Mereka fokus pada iman dan akhirat.

Bagian 4: Pandangan terhadap Dunia

  1. Tujuan Dunia

    • Dunia diberikan oleh Allah sebagai alat untuk meraih akhirat, bukan untuk bersenang-senang semata.
    • Utsman bin Affan berkata: “Allah memberikan kalian dunia agar kalian gunakan untuk mencari akhirat, bukan untuk bersandar dan menetap di dalamnya.”
  2. Dunia Itu Sementara

    • Dunia adalah sesuatu yang fana, sedangkan akhirat adalah kekal. Oleh karena itu, prioritaskan yang kekal daripada yang sementara.
    • Jangan sampai kesibukan dunia membuat kita lalai dari persiapan menuju akhirat.

Bagian 5: Fokus pada Akhirat

  1. Hidup Adalah Perjalanan Kembali

    • Hidup ini adalah perjalanan untuk kembali kepada Allah, bukan untuk menjauh dari-Nya.
    • Seperti hadis: “Hiduplah di dunia seperti orang asing atau musafir.”
  2. Nikmat di Surga Adalah Melihat Wajah Allah

    • Puncak kebahagiaan di surga bukanlah istana, bidadari, atau sungai madu, tetapi melihat wajah Allah.
    • Hanya pencinta sejati yang mengerti betapa berharganya melihat yang dicintai.
  3. Kekuatan Cinta dan Iman

    • Contoh: Bilal bin Rabah tetap istiqamah meski mendapatkan siksaan berat. Ia bertahan bukan karena harta atau kekuasaan, tetapi karena cinta dan iman kepada Allah.
    • Allah selalu menolong hamba-hamba-Nya yang mencintai-Nya.

Bagian 6: Penutup

  1. Nasihat untuk Bersabar dan Berjuang

    • Istiqamah dalam menuntut ilmu dan beribadah adalah proses yang membutuhkan kesabaran.
    • Jangan putus asa meski belum sampai pada level yang diinginkan. Allah adalah Maha Pengampun dan Maha Penyayang.
  2. Pesan Terakhir

    • Dunia adalah tempat persinggahan sementara, dan semua akan kembali kepada Allah.
    • Fokuskan hati dan amal untuk meraih ridha Allah dan kebahagiaan abadi di akhirat.

Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=8m22tz6SRxY 

Monday, May 6, 2024

Miliki 3 hal ini agar kita sukses dengan karir kita dimanapun tempat kita bekerja

_1. Adab_

Adab kepada Allah : Tidak melupakan hak Allah seperti sholat wajib
Adab kepada Sesama : berusaha tidak menyakiti perasaan dengan menjaga perkataan dan prilaku, tidak ghibah, tidak bohong, tidak fitnah, tidak adu domba dan lain lain.

_2. Ilmu_
Menjalankan amanah sesuai kapasitas dan keilmuan yang dimiliki serta berniat untuk berkembang menjadi lebih baik pada bidang yang kita geluti.

_3. Amanah_
Menjalankan tugas secara maksimal (profesional) dengan versi terbaik dari diri kita. Tidak menjadikan materi sebagai tolak ukur kinerja. Ketika materi menjadi tolak ukur kita dalam bekerja maka inovasi dan kreatifitas tidak akan muncul.

Tidak lupa juga, sebagai pengingat kita semua.
Niatkan dalam hati kita bahwa kita bekerja hanya untuk meraih ridho Allah, bukan Ridho manusia, agar hati kita tidak lelah, gaji yang kita terima menjadi berokah dan kehidupan kita diberkahi Allah.
aamiiin...

berikut link kajian yang saya gunakan pada tulisan di atas:
https://www.youtube.com/watch?v=X-cIlxmreNw

Semoga Bermanfaat.
Syukron ,
Jazakumullah Khairan

Terserah Aku

 "Inikan medsosku, jadi terserah aku mau posting fotoku sesukaku" katamu.

Kamu senang dengan jumlah like di postingan fotomu. Kamu semakin konsisten mengumbar kecantikanmu di sosial media.

Sampai akhirnya fotomu terpampang di situs prostitusi online.

Kamu sedih, Hancur berantakan.

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

المرأة عورة ، فإذا خرجت استشرفها الشيطان

“Wanita adalah aurat. Jika ia keluar, setan memperindahnya”

(HR. At Tirmidzi no. 1173, dishahihkan Al Albani dalam Shahih At Tirmidzi)

Mbak Qoriah

"Mbak, nggak sebaiknya ngaji dirumah saja agar lebih tenang?"

Nasihatku saat itu.


"Aku ini mensyiarkan ajaran islam. Ini juga bisa menginspirasi yang lain",
katamu dengan tegas.

Sampai suatu hari kamu disawer saat ngaji di depan panggung.
Dan kamu berkata "Aku nggak terima digitukan".

Kan udah dibilangin di rumah aja. Kok malah nekat main keluar?
Nyari apa sih mbak? Dunia?

“Dan hendaklah kamu tetap tinggal di rumah-rumah kalian dan janganlah kalian berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah yang dahulu. Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, wahai ahlul bait, dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.”
(Al Ahzab: 33)

Saturday, November 26, 2022

Kita Hanya Hamba Yang Lemah

Selalu ingat bahwa kita adalah makhluk yang lemah. 

Apa buktinya kalau kita manusia ini lemah?

“Dan manusia diciptakan dalam keadaan lemah’” (An Nisa: 28)

kita ini memang diciptakan lemah sama Allah. Lemah fisiknya, lemah ilmunya, lemah imannya, lemah akan tipu daya dunia dan semacamnya. 

karena kita lemah maka kita akan selalu butuh bantuan Allah untuk menyelesaikan masalah yang ada di dunia ini. 

jadi jangan sombong sama Allah. 

Apa tandanya kita sombong sama Allah?

misal ketika dipanggil sama Allah melalui Adzan kita pura - pura ndak denger. tidak menyegerakan sholat. lebih asyik dengan kesibukan dunia. 

coba bayangin apa jadinya jika Allah enggan menolong kita dalam menghadapi masalah masalah besar yang ada di hadapan kita?

kita akan stress, kita akan sakit, baik sakit fisik maupun sakit psikis. intinya kehancuran akan melanda kita jika Allah enggan menolong kita. 

Sebaliknya, jika kita tidak sombong dengan Allah. Mentaati segala perintahNya, menjauhi segala laranganNya maka seberat apapun masalah kita maka kita akan berhasil melewatinya. 

yakinlah bahwa ketika Allah menjadi penolongmu maka tidak ada yang bisa membahayakanmu. 

Semoga bermanfaat, Syukron. 

Tuesday, July 24, 2018

INILAH KRITERIA STANDAR YANG HARUS DIMILIKI PASANGANMU



Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Alhamdulillah masih dikasih kesempatan untuk menulis lagi.

Baik untuk kesempatan kali ini saya ingin berbagi informasi terkait KRITERI STANDAR PASANGAN HIDUP. Tentunya yang sesuai dengan Al Qur’an dan Sunnah. Langsung saja kita mulai ya.

TAAT KEPADA ALLAH

“Wanita biasanya dinikahi karena empat hal: karena hartanya, karena kedudukannya, karena parasnya dan karena agamanya. Maka hendaklah kamu pilih wanita yang bagus agamanya (keislamannya). Kalau tidak demikian, niscaya kamu akan merugi.”(HR. Bukhari-Muslim)

Dari hadits tersebut bahwa kriteria utama yang harus terpenuhi oleh pasangan kita adalah yang bagus agamanya. Karena dengan memahami Agama secara baik maka pasangan kita akan bisa membawa kita kepada kebaikan. Dan kebaikan selalu mendatangkan kebahagiaan. Sedangkan ciri – ciri orang yang mendapat kebaikan dari Allah maka Allah akan pahamkan orang tersebut terhadap ilmu agama.

“Orang yang dikehendaki oleh Allah untuk mendapat kebaikan akan dipahamkan terhadap ilmu agama.” (HR. Bukhari-Muslim)

SEKUFU

Yang dimaksud sekufu adalah sebanding atau setara. Sebanding dalam hal apa? Semuanya. Sebanding dalam agama, status sosial, selera, dll. Jika pasangan kita sebanding atau setara dengan kita maka akan jarang sekali terjadi konflik dalam rumah tangga. Hal ini yang inshaAllah akan melanggengkan hubungan berkeluarga.

“Wanita-wanita yang keji untuk laki-laki yang keji. Dan laki-laki yang keji untuk wanita-wanita yang keji pula. Wanita-wanita yang baik untuk laki-laki yang baik. Dan laki-laki yang baik untuk wanita-wanita yang baik pula.” (QS. An Nur: 26)

KITA MENYUKAINYA

Dalam sebuah hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga menyebutkan 4 ciri wanita sholihah yang salah satunya adalah

“Jika memandangnya, membuat suami senang.” (HR. Abu Dawud. Al Hakim berkata bahwa sanad hadits ini shahih)

Dari hadits tersebut Rasullullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membolehkan kita untuk menjadikan faktor fisik sebagai salah satu kriteria dalam memilih pasangan hidup. Hal ini dikarenakan kecantikan atau ketampanan dari pasangan kita merupakan salah satu faktor penunjang keharmonisan rumah tangga.

SUBUR

Kriteria selanjutnya adalah subur. Subur dalam arti mampu memberikan kita keturunan. Karena seperti yang kita tahu bahwa salah satu hikmah dari pernikahan adalah meneruskan keturunan dan memperbanyak jumlah kaum muslim.

“Nikahilah wanita yang penyayang dan subur! Karena aku berbangga dengan banyaknya ummatku.” (HR. An Nasa’I, Abu Dawud. Dihasankan oleh Al Albani dalam Misykatul Mashabih)

Baiklah, itulah beberapa kriteria standar yang harus dimiliki oleh pasanganmu. Semoga tulisan singkat ini bisa bermanfaat untuk kita semua. Jika kalian merasa tulisan ini bermanfaat ada baiknya jika tulisan ini disebarluaskan. InshaAllah bisa jadi nilai dakwah dan ladang pahala bagi kita. Aamiin

Silahkan bagi kalian yang ingin berbagi pemikiran dengan saya dan nantinya akan saya jadikan tulisan di blog ini. Bisa hubungi saya via Instagram: @rezky_prayogi

Terimakasih,
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh


Saturday, July 21, 2018

KONDISI DIMANA SUAMI HARUS POLIGAMI



Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Alhamdulillah ada kesempatan untuk menulis lagi di blog ini.

Untuk kesempatan kali ini saya akan coba membahas tentang poligami. Ya poligami. Pasti mayoritas kaum hawa akan menolak keras syariat yang satu ini. Tidak masalah, wajar kok. Hehe

Pada tulisan kali ini saya tidak ingin berdebat tentang indahnya poligami. Tapi saya coba berbagi informasi terkait hikmah dari poligami. Jadi kondisi seperti apa saja yang menuntut suami untuk berpoligami. Atau bahkan kondisi dimana suami wajib poligami. Sudah siap? Oke, kita mulai…

Kondisi pertama dimana istri sudah lanjut usia atau sakit, sehingga jika suami tidak berpoligami dikhawatirkan dia tidak bisa menjaga kehormatan dirinya. Ini biasanya terjadi pada pasangan yang usia wanitanya teraut cukup jauh dari lelakinya.

Kasus yang kedua adalah perlu kita ketahui dulu bahwa di antara kaum laki – laki ada yang memiliki nafsu syahwat yang tinggi di atas rata – rata orang normal. Sehingga tidak cukup baginya jika hanya memiliki seorang istri. Sedangkan dia adalah orang yang baik dan selalu menjaga kehormatan dirinya. Maka poligami bisa menjadi solusi untuk orang ini.

Kondisi ketiga adalah setelah menikah ternayta sang istri mandul, sehingga suami berkeinginan untuk menceraikan istrinya. Nah, daripada cerai, karena cerai merupakan suatu prestasi yang tinggi bagi syetan dalam menjerumuskan manusia, maka poligami bisa menjadi solusi untuk pasangan ini. 

Kondisi keempat adalah jika istri memiliki suami yang memiliki pekerjaan yang sering bepergian jauh, misalnya keliling dunia dan pulangnya hanya setahun sekali. Untuk tetap menjaga kehormatannya maka poligami bisa dipertimbangkan.

Kondisi kelima adalah kondisi dimana terjadi masalah besar antara suami-istri, yang menyebabkan terjadinya perceraian, kemudian sang suami menikah lagi dan setelah itu dia ingin kembali kepada istrinya yang pertama, maka dalam kondisi seperti ini poligami merupakan solusi terbaik daripada harus bercerai. 

Kondisi lain adalah ketika istri marah dan pulang ke rumah orangtuanya dan tidak mau kembali. Sedangkan suami sudah berusaha minta maaf dan istri tetap keras kepala tidak mau pulang. Maka untuk tetap menjaga kehormata dirinya, suami diperbolehkan untuk menikah lagi, bahkan wajib agar tidak terbuka pintu fitnah.

Itulah beberapa kondisi dimana poligami bisa menjadi solusi yang bisa dipertimbangkan. Perlu kita ketahui bahwa poligami adalah sebuah konsep yang diciptakan oleh Allah. Dan ciptaan Allah tidak ada yang sia – sia. Semua pasti ada manfaatnya bagi semua hambaNya. Tidak sepantasnya kita menolak wahyu dari Allah tersebut. Bisa jadi suatu saat kita berada dalam salah satu kondisi di atas dan mau tidak mau kita harus menerima poligami tersebut.

Semoga tulisan singkat ini bisa menambah wawasan kita. Tolong saya diingatkan jika ada kata atau pemikiran yang salah.

Silahkan bagi kalian yang ingin berbagi pemikiran dengan saya. Bisa hubungi saya via Instagram: rezky_prayogiatmo

Terimakasih,
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh